https://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/issue/feedJAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMI2026-07-01T03:01:25+07:00Yuana Tri Utomoayotobat@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ayat dan Hadits Ekonomi (JAHE)</strong> diterbitkan oleh <strong>Pesantren Hamfara</strong>. JAHE mengandung <em>tsaqofah Islamiyah</em> yang kuat karena berpedoman pada <strong>pemikiran Islam</strong>, yaitu <em>pembacaan atas realitas dengan paradigma Islam</em>. JAHE mempublikasikan artikel ekonomi Islam yang mencakup <em>falsafah ekonomi, manajemen dan bisnis, keuangan dan akuntansi, etika, sejarah, dsb</em> yang mengandung unsur sumber dari <strong>al-Qur'an </strong>dan atau <strong>al-Hadits</strong>. JAHE juga mempublikasikan hasil kajian <em>halaqah </em>pembentukan <strong>Syakhsiyah Islamiyah </strong>yang disusun dengan sistematika ilmiah. Redaksi JAHE menerima artikel karya penulis yang sesuai dengan panduan penerbitan redaksi, di antaranya adalah penulisan abstrak pertama dalam bahasa Indonesia, abstrak kedua dalam bahasa Arab, dan sangat disukai jika artikelnya menggunakan bahasa Arab. JAHE terbit setahun dalam empat edisi, yaitu Januari-Maret, April-Juni, Juli-September, dan Oktober-Desember.</p>https://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/659PENGARUH KEPEMIMPINAN ISLAMI TERHADAP KINERJA ORGANISASI: SEBUAH STUDI KUALITATIF2026-07-01T03:01:24+07:00Ismail Yusantoismailyhamfara@gmail.comYuana Tri Utomoyuanatriutomo@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kepemimpinan Islami terhadap kinerja organisasi melalui perspektif karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dokumentasi dari artikel di jurnal-jurnal yang sudah terpublikasi, dengan observasi langsung ke lokasi dan dengan melakukan wawancara mendalam kepada 10 karyawan yang bekerja di perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip Islamy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Islami memiliki pengaruh positif terhadap kinerja organisasi melalui peningkatan motivasi karyawan, kerja sama tim, dan kepuasan karyawan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan Islami dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang positif dan meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran kepemimpinan Islam dalam meningkatkan kinerja organisasi.</p>2026-05-20T02:59:20+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/934ANALISIS KESEJAHTERAAN BURUH: KRITIK ATAS PARADIGMA KAPITALISME DAN REKONSTRUKSI SOLUSI MENURUT PANDANGAN SISTEM EKONOMI ISLAM2026-07-01T03:01:25+07:00Muhammad Abyan Praha Purnawanabyanpurnawan@gmail.comMu'tashim Billah Murtadlobillahmurtadlo@gmail.com<p>Persoalan perburuhan sering kali didekati secara teknis-matematis, sehingga mengabaikan dimensi kemanusiaan para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar masalah perburuhan melalui komparasi antara sistem ekonomi Kapitalisme dan sistem ekonomi Islam dengan pendekatan yang memanusiakan pekerja. Menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis studi literatur kontemporer dan kitab-kitab <em>tsaqofah</em> Islam, penelitian ini menemukan bahwa regulasi ketenagakerjaan dalam sistem Kapitalisme cenderung mereduksi posisi buruh menjadi sekadar faktor produksi demi efisiensi modal. Akibatnya, pemenuhan hak-hak dasar buruh sering terabaikan. Sebaliknya, Islam menawarkan rekonstruksi struktural melalui penegakan akad <em>ijarah</em> yang adil, redefinisi fungsi negara sebagai penanggung jawab kesejahteraan publik (<em>raa’in</em>), serta pengalihan fokus ekonomi ke sektor riil. Artikel ini menyimpulkan bahwa jaminan kesejahteraan dan martabat buruh secara berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui transformasi sistemik menuju implementasi ekonomi Islam secara menyeluruh (<em>kaffah</em>).</p>2026-05-28T12:20:10+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/936FENOMENA PAYLATER DI KALANGAN GENERASI MUDA: STUDI KUALITATIF DALAM PANDANGAN ISLAM2026-07-01T03:01:25+07:00Nurfadila Arsadnf435102@gmail.comAni Rohaeniani.hamfara@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena paylater di kalangan generasi muda <br>dalam pandangan Islam. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkaji <br>berbagai literatur yang ada yang terkait dengan topik. Hasil studi menemukan bahwa <br>fenomena paylater di kalangan generasi muda tidak bisa dilepas dari pengaruh kemajuan <br>tekhnologi digital khususnya dalam transaksi ekonomi. Fenomena ini terjadi akibat <br>ekosistem masyarakat kapitalisme sehingga meningkatkan gaya hidup konsumerisme <br>dan peluang gagal bayar yang tinggi. Dalam pandangan Islam, penggunaan paylater harus <br>memperhatikan prinsip syariah agar terhindar dari riba, gharar, dan muamalah lain <br>melanggar syariat. Selain itu dibutuhkan edukasi Islami yang massif kepada generasi <br>muda sehingga mereka sadar tidak terjebak oleh gaya hidup kapitalisme dan mau <br>berdakwah ekonomi Islam.</p>2026-05-29T19:28:04+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/937ANALISIS PENGARUH DISTRIBUSI ZAKAT TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA2026-07-01T03:01:25+07:00Anggrismonoanggris@amikom.ac.idDiva Sasadila Budionodivasasadila03@gmail.com<p>Studi ini menganalisis secara sederhana pengaruh distribusi zakat terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode studi menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Sumber informasi didapat dari sekilas pengamatan di lapangan dengan wawancara sederhana, kajian-kajian teoretis ekonomi Islam yang dibaca dari berbagai literatur, dan artikel-artikel yang sudah terbit di beberapa jurnal. Analisis dilakukan <br>dengan studi yang menguraikan distribusi zakat yang bersifat konsumtif bisa menstimulasi perilaku mustahiq sehingga berubah bersifat produktif. Hasil studi menemukan bahwa ada kontribusi pemahaman mustahiq untuk bisa mandiri dalam ekonomi sehingga secara signifikan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan pembangunan Indonesia. Pemahaman ini didasarkan pada kesadaran individu mustahiq terutama untuk meningkatkan literasinya, kesadaran kolektif bahwa perintah menarik zakat di Al-Qur’an itu sesungguhnya khitob kepada negara, dan adanya semangat dakwah ekonomi Islam oleh jama’ah kaum muslimin menuju Islam kaffah.</p>2026-06-01T07:05:23+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/940ANALISIS KEBIJAKAN MAKROEKONOMI ISLAM DALAM DISTRIBUSI HARTA UNTUK MENGENTASKAN KEMISKINAN DI INDONESIA 2026-07-01T03:01:25+07:00Laras Azizah Khairunisalarasazizah91@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis kebijakan makroekonomi Islam dalam distribusi harta untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Studi pustaka ini menggunakan metode kualitatif deskriptif mengumpulkan informasi normatif dan data empiris dari literatur-literatur yang ada di buku-buku ekonomi Islam, artikel-artikel yang sudah publis di berbagai jurnal, dokumen-dokumen laporan, dan media massa. Informasi dan data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis konten melalui pembacaan teks pemikiran yang mendalam dan serius. Hasil kajian menunjukkan adanya problem pertumbuhan ekonomi konvensional yang melaju namun tidak ada keadilan. Kebijakan makroekonomi Islam memberikan solusi atas problem ini, sesuai dengan al-Qur’an Surah al-Hasyr ayat 7 yang seharusnya menjadi regulasi sehingga sirkulasi harta bisa merata dan tidak terbatas hanya di golongan kaya. Distribusi kekayaan yang merata mampu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.</p>2026-06-03T10:58:46+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/941TRANSFORMASI EKONOMI MUSTAHIK: MENAKAR DAMPAK PENYALURAN ZAKAT DI INDONESIA, SEBUAH PELAJARAN DARI QS. AT-TAUBAH 1032026-07-01T03:01:25+07:00Setyabudi Daryonosetyabudi@gmail.comSyelia Oktavina Silaensyeliasilaen@gmail.com<p>Indonesia negara yang kaya namun masih terpapar oleh angka kemiskinan yang kasat mata. Paper ini mengambil pelajaran dari QS. At-Taubah ayat 103 untuk melihat peran, dan strategi pemerintah dalam mendistibusikan zakat di Indonesia. Paper studi pustaka menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber informasi dari QS. At-Taubah ayat 103 beserta turunannya, kajian terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS), serta jurnal-jurnal terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi zakat menjadi peran dan tanggungjawab pemerintah. Strategi pengalihan penyaluran zakat dari yang tadinya bersifat konsumtif kemudian ada edukasi kepada mustahiq agar bisa produktif menjadikan mampu mendongkrak kesejahteraan hidup mereka. Rekomendasi studi ini agar ada pembenahan sistemik, kerja sama antar lembaga, serta pendampingan usaha yang konsisten agar para mustahiq bisa mandiri kemudian berbalik menjadi muzakki.</p>2026-06-05T14:16:20+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/942ANALISIS HUKUM ISLAM ATAS DINAMIKA PEMENUHAN NAFKAH DI RUMAH TANGGA: SEBUAH STUDI KUALITATIF2026-07-01T03:01:25+07:00Farras Mufidatul Hanifafaarrashnf@gmail.comZoel Dirga Dinhizoeldirgadinhi@poliupg.ac.id<p>Pemenuhan nafkah dalam rumah tangga merupakan salah satu kewajiban utama suami yang telah diatur secara jelas dalam hukum Islam. Namun, perkembangan sosial dan tuntutan ekonomi modern telah memunculkan fenomena meningkatnya keterlibatan istri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, bahkan dalam beberapa kasus menjadi tulang punggung keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kewajiban nafkah dalam rumah tangga menurut hukum Islam serta menganalisis kedudukan istri yang bekerja dalam pemenuhan ekonomi keluarga. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kewajiban nafkah tetap berada pada suami sebagai kepala keluarga sesuai dengan ketentuan syariat Islam.</p>2026-06-09T10:03:17+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/944REVITALISASI TSAQAFAH EKONOMI ISLAM DI ERA DIGITAL: TANTANGAN, PELUANG, DAN STRATEGI IMPLEMENTASI2026-07-01T03:01:25+07:00Muhammad Dzaky Syafiqurrahmandzakyrahman92@gmail.comMuhammad Baiquni Syihabbaiqunisyihab@gmail.comHery Sasonosasonohery30@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berinteraksi, dan melakukan aktivitas ekonomi. Kondisi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi upaya revitalisasi tsaqafah ekonomi Islam. Paper ini bertujuan menganalisis tantangan digitalisasi terhadap pemahaman ekonomi Islam, mengidentifikasi peluang yang dapat dimanfaatkan, serta merumuskan strategi implementasi yang efektif untuk meningkatkan literasi dan kesadaran ekonomi Islam di tengah masyarakat. Metode yang digunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif dari berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas penyebaran tsaqafah ekonomi Islam, meskipun harus menghadapi dominasi paradigma ekonomi kapitalis, banjir informasi, dan rendahnya literasi syariah. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif melalui pemanfaatan media digital, penguatan konten edukatif, serta kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan lembaga dakwah.</p>2026-06-10T16:22:35+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/956PELAJARAN DARI QS. AL-BAQARAH AYAT 261: KAJIAN AYAT-AYAT SEDEKAH DAN RELEVANSINYA PADA NILAI SOSIAL SPIRITUAL2026-07-01T03:01:25+07:00Najibah Ummu Sa'adahnanoel016@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji tafsir ayat-ayat sedekah dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Baqarah ayat 261. Metode kajian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan sumber utama Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta artikel-artikel ilmiah yang terkait dengan sedekah. Hasil kajian menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya dipahami sebagai pemberian suatu materi kepada orang lain, tetapi juga sebagai bentuk ketakwaan, penyucian jiwa, dan sarana membangun solidaritas sosial. Al-Qur’an menekankan pentingnya keikhlasan dalam bersedekah serta melarang sikap riya’, menyakiti penerima, dan pamer harta.</p>2026-06-11T18:22:13+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/959SIRKULASI HARTA DAN KESEJAHTERAAN UMAT: REKONSTRUKSI SISTEM DISTRIBUSI EKONOMI, PELAJARAN DARI QS. AL-HASYR AYAT 7 2026-07-01T03:01:25+07:00Hidayat Hidayathidayat@eco.uir.ac.idMuhammad Maraam Badruddiinmuhammadmaraambadruddiin@gmail.com<p>Sistem ekonomi Islam berlandaskan syariah Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadits. Salah satu prinsip utama dalam sistem ekonomi Islam adalah distribusi kekayaan yang adil agar tidak terjadi penumpukan harta pada kelompok tertentu saja, sebagaimana tercantum di QS. Al-Hasyr ayat 7 yang menyatakan bahwa harta tidak boleh beredar hanya di kalangan orang-orang kaya. Artikel ini menganalisis kandungan ekonomi dalam QS Al-Hasyr ayat 7 serta relevansinya terhadap permasalahan ketimpangan ekonomi di era modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat tersebut mengandung nilai keadilan distributif, tanggung jawab sosial, dan pemerataan kesejahteraan. Instrumen ekonomi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi sarana untuk mewujudkan distribusi kekayaan yang lebih merata. Dengan demikian, QS Al-Hasyr ayat 7 memberikan landasan yang kuat bagi terciptanya sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.</p>2026-06-13T18:53:29+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/949ANALISIS EKONOMI ISLAM DALAM PANDANGAN QS. AL-A’RAF AYAT 179: TANTANGAN MONETER DAN EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA2026-07-01T03:01:25+07:00Muhammad Akmal Al Falahakmalalfalah9@gmail.com<p>Ekonomi Islam menawarkan satu satunya solusi dengan pendekatan yang menjunjung tinggi keadilan, keseimbangan (<em>tawazun</em>), dan tanggung jawab sosial sebagai manifestasi dari nilai tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pemikiran ekonomi Islam, khususnya interpretasi QS. Al-A’raf ayat 179, dengan kondisi ekonomi tahun 2026 yang diwarnai tantangan moneter dan eksploitasi lahan hutan yang masif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian terhadap fungsi akal dan nurani dalam pengelolaan alam—yang merupakan bentuk kelalaian—telah memicu kerusakan sistemik. Ekonomi Islam menawarkan solusi melalui reorientasi pengelolaan sumber daya alam sebagai amanah dan penguatan instrumen keuangan yang produktif.</p>2026-06-15T04:00:47+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/962KRITIK QS. AT-TAKATSUR TERHADAP PERILAKU FLEXING DAN PENGARUHNYA PADA KONDISI MAKRO EKONOMI DALAM PANDANGAN ISLAM2026-07-01T03:01:25+07:00Hazimah Razanrazanhazimah@gmail.com<p>Fenomena materialisme dan gaya hidup konsumtif dalam ekonomi modern sering kali memicu perlombaan akumulasi kekayaan yang tidak terkendali. Dalam terminologi al-Qur'an dikenal sebagai at-takasur. Penelitian ini mengkaji secara mendalam kritik QS. At-Takasur terhadap perilaku bermegah-megahan dalam konteks makro ekonomi Islam, sebab fenomena ini bukan sekadar masalah moral individu, melainkan memiliki implikasi sistemik terhadap stabilitas dan keadilan ekonomi makro suatu negara. Metode yang digunakan studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (<em>tafsir maudhu'i</em>) yang diintegrasikan dengan kerangka analisis ekonomi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku bermegah-megahan yang dikritik dalam QS. At-Takasur merupakan akar penyebab ketimpangan distribusi pendapatan dan konsentrasi kekayaan pada segelintir kelompok, yang secara makro ekonomi menghambat sirkulasi harta (<em>al-dauran</em>) di masyarakat.</p>2026-06-17T14:54:02+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/967MENENTANG KECURANGAN BISNIS DIGITAL DENGAN SANDARAN AL-QUR’AN SURAH AL-MUTHAFFIFIN AYAT 1-32026-07-01T03:01:25+07:00Ahmad Syafii Rahmansyafii.drrahman@gmail.comAsih Priyantiniasihpriyantini048@gmail.com<p>Praktik kecurangan ekonomi di era digital bermutasi menjadi bentuk-bentuk yang manipulatif dan samar, seperti manipulasi deskripsi produk, ulasan palsu, hingga rekayasa algoritma penjualan. Artikel ini menganalisis urgensi pelarangan kecurangan bisnis digital dengan menyandarkan kajian pada Qur’an Surah Al-Muthaffifin ayat 1-3. Artikel ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik (<em>maudhu’i</em>). Informasi digali dari beberapa sumber dengan dibantu oleh mesin kecerdasan buatan dan dianalisis menggunakan metode tafsir yang baku. Artikel menghasilkan pembahasan bahwa Qur’an secara tegas memberikan kritik komprehensif terhadap segala bentuk pengurangan hak orang lain (<em>tathfif</em>). Sebagai antitesis terhadap mentalitas koruptif ini, ekonomi Islam menawarkan rekonstruksi moral berbasis konsep <em>shiddiq</em> (keadilan), kejujuran, dan amanah sebagai pilar utama transaksi digital guna mewujudkan keberkahan ekonomi yang berkelanjutan.</p>2026-06-18T07:40:22+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/973REFLEKSI TERHADAP AL-QUR’AN SURAH AL-MA’UN AYAT 3: KRISIS KEPEDULIAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MODERN2026-07-01T03:01:25+07:00Muhammad Hasanm.hasan23d06@gmail.com<p>Surah Al-Ma'un merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang menekankan pentingnya hubungan antara ibadah kepada Allah dan tanggung jawab sosial terhadap sesama manusia. Pada ayat ketiga disebutkan artinya: <em>“Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin”</em> menunjukkan bahwa salah satu bentuk pendustaan terhadap agama bukan hanya mengabaikan ritual ibadah, tetapi juga sikap tidak peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama kaum miskin. Artikel ini bertujuan untuk merefleksikan makna Surah Al-Ma’un ayat 3 dalam konteks kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya individualisme dan berkurangnya solidaritas sosial. Metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dengan studi pustaka. Hasil dari pembacaan yang serius menunjukkan bahwa ayat ini mengajarkan keimanan seseorang yang tidak hanya diukur melalui hubungan vertikal dengan Tuhan saja, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama manusia. Surah Al-Ma’un ayat 3 menjadi pengingat bahwa agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata berupa kepedulian, empati, dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial.</p>2026-06-22T08:48:05+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMIhttps://mail.jurnalhamfara.ac.id/index.php/JAHE/article/view/970KONSEP HARTA DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN: SEBUAH KAJIAN NORMATIF KUALITATIF EKONOMI ISLAM KONTEMPORER2026-07-01T03:01:25+07:00Aysa Arifah Zahrazahraaysaarlfah@gmail.com<p>Harta merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas ekonomi. Dalam pandangan Islam, harta tidak hanya sebagai alat pemenuhan kebutuhan saja, tetapi juga sebagai amanah dari Allah yang harus diperoleh dan digunakan sesuai dengan syariah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep harta dalam Al-Qur’an, meliputi pengertian harta, kedudukan harta, cara memperoleh, serta prisip pengelolaannya dalam kehidupan ekonomi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis normatif ayat-ayat Al-Qur’an dan literatur yang berkaitan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memperbolehkan manusia mencari dan memiliki harta dengan cara yang halal, serta melarang memperoleh harta melalui cara yang bathil, riba, dan tindakan yang merugikan orang lain. Prinsip pengelolaan harta dalam Islam menekankan nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan distribusi kekayaan agar tidak hanya beredar di kalangan tertentu, tetapi merata. Oleh karena itu, harta dalam pandangan Al-Qur’an harus dimanfaatkan sebagai sarana mencapai kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.</p>2026-06-25T07:27:47+07:00Copyright (c) 2026 JAHE: JURNAL AYAT DAN HADITS EKONOMI