Komparasi Komparasi Pengelolaan Sumber Daya Air Antara Kapitalisme dan Islam
Isi Artikel Utama
Abstrak
Krisis air menjadi persoalan global yang dipicu oleh peningkatan kebutuhan, pencemaran lingkungan, serta dominasi mekanisme pasar yang mendorong privatisasi sumber daya air. Dalam sistem kapitalisme, air diposisikan sebagai komoditas ekonomi yang tunduk pada logika kepemilikan pribadi dan pasar bebas. Sebaliknya, sistem Islam menempatkan air sebagai milik umum yang wajib dikelola negara untuk kepentingan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan konsep pengelolaan sumber daya air dalam perspektif ekonomi kapitalisme dan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dengan analisis terhadap teori, literatur klasik dan kontemporer, serta data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapitalisme cenderung menciptakan ketimpangan akses air akibat privatisasi dan liberalisasi pasar, sementara Islam menawarkan paradigma yang lebih adil dan berkelanjutan dengan prinsip kepemilikan publik, distribusi merata, dan tanggung jawab negara. Kesimpulannya, sistem Islam memiliki keunggulan dalam menjamin hak dasar atas air dan menjaga keseimbangan sosial serta ekologis.
Kata Kunci: pengelolaan air, kapitalisme, Islam, kepemilikan publik, keadilan distribusi
Rincian Artikel
Hak cipta artikel ada di jurnal at-tauzi setelah dipublikasikan. Peraturan ini memberi manfaat bagi pembaca / pengguna untuk menggunakan kembali artikel tersebut. Siapapun diijinkan menyalin, mendistribusikan, dan membuat karya turunan, asalkan Anda memberi kredit kepada penulis dan lisensi ini. Lisensi Internasional Atribusi-Nonkomersial 4.0 Creative Commons.