DINAR DAN DIRHAM SEBAGAI PILAR KEJAYAAN EKONOMI ISLAM

  • Tsamara Putri Habibah Manajemen Bisnis Syariah, STEI Hamfara, Yogyakarta
  • Amiratul Adila STEI Hamfara
  • Nasywa Nabighah Al Azkiyah Manajemen Bisnis Syariah, STEI Hamfara, Yogyakarta
Kata Kunci: Dinar, Dirham, Islamic Economics

Abstrak

Islam memberikan berbagai kemudahan terhadap urusan-urusan manusia, termasuk dalam bermu’amalah. Namun, sesungguhnya Islam telah menunjukkan satuan tertentu untuk pertukaran barang, yakni satuan uang. Dalam sejarah perekonomian negara Islam, Rasulullah SAW telah menegaskan pentingnya keberadaan uang sebagai instrumen jual beli yang baik. Penulisan artikel ini bersifat deskriptif analisis, yakni merupakan tatacara memecahkan masalah lewat penggambaran, penjabaran, pendeskripsian, dan penjelasan, serta pelaksanaan analisis yang mencakup situasi atau kondisi. Dalam sejarah Islam, uang telah menjadi instrumen perdagangan pada zaman Rasulullah SAW. Ketika menjadi pemimpin negara Islam di Madinah. Bukti kekuatan dari kestabilan sistem mata uang dinar dan dirham telah dibuktikan oleh sejarah. Penerapan mata uang emas dan perak sebagai standar satuan dasar keuangan adalah salah satu solusi dalam mengatasi krisis ekonomi karena dinar dan dirham mengandung nilai intrinsik yang sama dengan nilai nominalnya.

Diterbitkan
2023-07-07